Di kalangan akademisi, sering kali beredar sebuah mitos yang cukup membuat nyali ciut: “Untuk bisa menembus jurnal internasional top-tier, kita wajib punya fasilitas riset bernilai miliaran atau harus berkolaborasi dengan peneliti top dari luar negeri.” Anggapan ini tidak jarang membuat banyak peneliti dan mahasiswa di Indonesia merasa kalah sebelum bertanding, mengira bahwa ide brilian mereka akan selalu tersandung oleh keterbatasan infrastruktur.
Namun, mari kita tegaskan satu kenyataan penting: inovasi kelas dunia lahir dari ketajaman ide, kekokohan metodologi, dan ketekunan, bukan sekadar dari merek alat yang digunakan. Kita sangat bisa menembus jurnal top-tier tertinggi sekalipun menggunakan instrumen sintesis dan karakterisasi yang kita rancang dan bangun sendiri. Hal ini dapat dicapai murni melalui kekuatan kolaborasi riset di dalam negeri—bersama rekan-rekan sejawat dan mahasiswa yang penuh dedikasi—tanpa harus bergantung pada kerja sama luar negeri.
Sebagai bukti nyata dan kebanggaan bersama, riset aerosol, filter dan material tingkat lanjut kami yang berjudul “Why granular filters are not enough: electrospun bimodal fiber/bead membranes for next-gen air filtration“ baru saja terbit di jurnal bergengsi Separation and Purification Technology. Jurnal ini bukanlah sembarang publikasi, melainkan jurnal dengan reputasi Top-Tier (Top 5% – 2024) secara global di bidangnya.
Menariknya, data-data solid yang sukses meyakinkan para reviewer internasional di jurnal Top 5% tersebut dihasilkan murni dari deretan peralatan mandiri berikut ini:
- CAAI 2601 Electrospinning/Electrospray : Ujung tombak presisi dalam proses sintesis membran serat nano.
- CAAI 2320 Contact Angle Measurement : Karakterisasi akurat terhadap sifat permukaan (hidrofilisitas/hidrofobisitas) material.
- CAAI 2330 Capillary Flow Porometer : Mengukur dan menganalisis distribusi ukuran pori secara komprehensif.
- CAAI 2350 Tensile Strength Tester: Menguji kekuatan dan ketangguhan mekanik material yang dihasilkan.
- CAAI 2180 Standard Air Filter Tester/Uji Filter Udara : Mengevaluasi kinerja filtrasi udara secara ketat sesuai standar yang berlaku. (satu-satunya alat standar test filter udara di Indonesia)
Pencapaian melalui paper ini membawa pesan yang sangat lantang bagi ekosistem riset nasional: keterbatasan akses ke fasilitas mewah dari luar bukanlah vonis mati bagi publikasi kita. Dengan pemahaman analitis yang kuat dan keahlian instrumentasi, kita mampu membangun alat sintesis dan ukur yang validitas serta reliabilitasnya diakui oleh komunitas sains papan atas dunia. Kemandirian teknologi di laboratorium kita sendiri sudah terbukti mampu mendobrak batasan jurnal elit. Bagi rekan-rekan peneliti atau mahasiswa yang sedang berjuang menyusun riset, membutuhkan referensi, atau sekadar ingin berdiskusi lebih lanjut tentang eksperimen dan instrumentasi ini, silakan menghubungi kami. Jika Anda membutuhkan full text dari artikel tersebut, kami akan dengan senang hati membagikannya. Mari terus berkarya, berinovasi secara mandiri, dan membuktikan bahwa riset dalam negeri mampu menjadi pionir dunia.